Setelah Trump menang, haruskah takut ke US?

Lama ga nulis. Sebetulnya kepengen mulai aktif nulis dari beberapa bulan yang lalu. Tapi perjalanan saya mencari supervisor dan universitas untuk kuliah S3, lalu mencari funding (beasiswa), menyelesaikan tugas kantor lebih cepat dan mempersiapkan pernikahan adik kandung saya begitu menyita waktu.

Sebetulnya pun, ini juga masih hectic dengan tugas-tugas kampus yang harus dilakukan sambil momong anak 3 tahun dan mengerjakan tugas rumah tangga. Akan tetapi saya sangat tergelitik untuk menulis ini karena banyak teman yang merasa (benar-benar) khawatir dengan kemenangan Trump menjadi Presiden.

Saya bukan politisi, pun tidak senang mengamati dunia politik. Tapi saya merasa perlu menulis ini, karena sebagai insider yang saat ini kebetulan sedang belajar di US, saya merasa bisa membawa point of view yang lain.

Kemenangan Trump, yang dalam kampanyenya banyak mengumbar sentimen-sentimen negatif terutama pandangannya terhadap orang dengan kulit berwarna dan agama tertentu, tidak dapat disangkal telah meningkatkan gelombang rasis di US. Seluruh dunia pun merasa khawatir. Haruskah election ini yang sering disebut sebagai 11/9 akan berpengaruh sama seperti 9/11 di mana banyak terjadi kasus rasis?

Apa yang akan dilakukan oleh Presiden US baru ini? Haruskah kita merasa takut?

trump_newspaper
Sumber: BBC

Well, menurut saya pribadi, tidak ada yang perlu ditakutkan jika kita berada di jalan yang benar a.k.a ‘legal’. Adanya paspor dan visa yang sah, membuat status imigrasi kita sangat kuat. Amerika adalah negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia. Dan ingat, tidak semua 320 juta penduduk Amerika mendukung Trump DAN mendukung program sentimennya (ada yang bukan pendukung Trump, dan ada juga yang mendukung Trump tetapi tidak mendukung sentimen rasis nya).

So, menurut saya ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, terutama untuk teman-teman yang saat ini sedang belajar di US, untuk meminimalisir efek ini jika Anda merasa khawatir:

  1. Talk! Jangan takut berbicara kepada orang lain yang Anda percaya mengenai ketakutan dan kekhawatiran Anda. Bisa ke teman dekat, ke Supervisor, teman satu Lab, teman di Departemen, atau teman-teman sedaerah di perantauan.
  2. Seek Help! Ada banyak organisasi dan orang-orang yang peduli terhadap kita, yang dianggap target rasisme. Mereka bisa membuat kita merasa diterima di komunitas.
  3. Find your comfort zone! Paling tidak untuk beberapa saat, kita bisa mencari our comfort zone, sampai euforia kemenangan Trump mereda. Seperti contohnya comfort zone saya saat ini adalah saat berada di dalam rumah bersama dengan keluarga dan office saya di kampus.
  4. Jika memungkinkan, tunda dulu perjalanan Anda ke beberapa daerah di US. Coba cek electoral map hasil dari election 11/9 di bawah ini. Ada beberapa wilayah yang saat ini sedang ‘panas’. Tunggu sampai reda terlebih dahulu. Sering-sering lah cek berita setempat sehingga kita sedikit banyak bisa tahu kejadian lokal.
election-map
Sumber: nytimes.com/elections/results/president

Saya termasuk beruntung karena di tempat saya bersekolah, Oregon State University, di Corvallis, Oregon (state ke dua dari atas di Pantai Barat) merupakan state biru sehingga relatif ‘aman’ dari kasus-kasus rasisme. Bahkan justru ada demo menentang Trump menjadi Presiden US.

osu-notmypresident
Suasana kampus saya. Diambil setelah 11/9.

The Oregonians (sebutan penduduk Oregon) termasuk yang ramah terhadap international people. Merupakan hal yang lumrah ketika kita tersenyum dan say Hi kepada orang yang berpapasan walau tidak saling kenal.

Jadi sekali lagi, kenapa harus takut kalau memang kita benar? Toh, kita datang ke US secara legal. Lebih baik kita berpikir dan bersikap positif. Fokus kepada tujuan kita kenapa kita datang ke US.

Bertindaklah sebagai tamu yang baik di ‘rumah’ orang lain. Kalau memang ada yang sepertinya bertindak rasis terhadap kita, bersabarlah dan sikapi dengan bijak. Mungkin saja orang itu tidak sadar akan tindakannya. Mungkin hanya bercanda (yang mungkin cenderung sarkastis). Tapi, jika memang sudah melampaui batas kesabaran kita, kiranya kita bisa melaporkan kepada pihak yang berwenang.

Ok guys: stay safe, stay smart.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s