Pengalaman diwawancara untuk Koran Universitas di Belanda

Goedemorgen …

Nulis artikel ini pas lagi di Belanda nih, waktu ikutan kursus singkat oleh CDI Wageningen UR dengan judul ‘Market Access for Sustainable Development’, dengan beasiswa StuNed.

Pada pertengahan kursus (yang berlangsung selama 3 minggu), kami mendapat kesempatan untuk berkunjung ke kampus Wageningen University.

Hal ini saya nanti-nantikan karena kursus berlangsung di Hotel yang jaraknya lumayan jauh dengan kampus. Padahal saya pribadi sih, kepengennya kursus di kampus aja, sambil merasakan atmosfer kehidupan akademik di sini. Apalagi saya sudah dengar nama besar Wageningen dari dulu sebagai salah satu universitas life science terbaik di dunia. Jadi malah sebetulnya justru kepengennya ke kampus dan merasakan perkuliahannya.

Anyway, kunjungan ke kampus yang diawali dengan presentasi mengenai Postgraduate di Wageningen dan kemudian dilanjutkan dengan tur di main building nya, sangat berkesan bagi saya. Kebayang juga kepengen kuliah di sini. Cuma mikir kendala bahasa sehari-hari aja sih. Kalau bahasa akademik pasti lah dengan bahasa Inggris, Hanya saja, karena saya senang menyelami kehidupan lokal, saya pastinya harus bisa bahasa lokal. It will makes our life easier 🙂

Saat kunjungan itu, saya dapat guide yang ternyata kebetulan adalah wartawan kampus, Singkat cerita, saya pun diwawancarai untuk suatu rubrik di koran tersebut.

Well, yang ingin saya pointed out di sini adalah saya sangat terkesan dengan level pengetahuan dan wawasan si guide yang juga wartawan kampus itu. Sebagai mahasiswa tingkat 3, dia punya pengetahuan dan wawasan yang luas. Dia juga terlihat smart tanpa harus berusaha. Saya kagum dengan bagaimana dia mengelola emosi intelektualnya tanpa tampak berlebihan.

Setelah tanya sana tanya sini, saya jadi paham kenapa mereka seperti itu. Ternyata memang karena mereka sudah dipersiapkan dari sekolah dasar dengan sistem pendidikan berpikir kritis, Setelah lulus dari sekolah dasar, mereka langsung dibedakan/dijuruskan ke yang akan langsung bekerja atau yang akan masuk universitas dulu. So they are already being chosen.

Beda dengan di negara saya, di mana asal ada uang semua bisa kuliah… :p … hehehe…tapi, ya memang katanya kalau di negara saya, kalau ga kuliah susye cari kerja…katanya lho…okelah…, saya tidak akan mengulas itu di sini. So, ini hanya sekedar opini.

Saya hanya mau bilang, bahwa saya merasa bersyukur bisa mengecap sedikit (sedikit buanget…cuma 3 minggu doang)…pengalaman akademik di sini.. I think I will go back here, at least for taking another short courses.

So, bagi yang tertarik, ini dia artikel hasil Wawancara untuk Koran Wageningen 🙂 … Tenang, ada versi bahasa Inggrisnya kok (see…another point…the interviewer should write both in Dutch and English…. And actually, selain 2 bahasa itu, dia juga bisa Jerman, sedikit Spanyol dan sedikit Bahasa Indonesia) 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s