Taman Tugu dan Pasar Minggu Pagi di Malang

Pagi-pagi bangun di hari Minggu di kota Malang yang asri, membuat saya ingin mengeksplorasi kota.
Lokasi hotel yang saya tempati kebetulan sangat strategis, yaitu di seberangnya Balaikota Malang. Jadi saya pun tidak kesulitan mencari spot-spot yang bisa saya nikmati dalam waktu yanh singkat, sebelum kembali beraktivitas menunaikan tugas dari kantor.

image

Keluar dari hotel, saya menuju ke taman di depan hotel. Masih sepi, secara baru jam 6 pagi (rajin yaaa, hehehe).
Taman ini dinamakan Taman Tugu Bunder (bunder=bulat). Di tengahnya terdapat sebuah tugu.

Dikutip dari http://www.surabaya.panduanwisata.com , tugu yang menjadi kebanggaan dan ikon Kota Malang ini dulunya merupakan Taman Gubernur Jenderal Hindia Belanda J.P. Zoen Coen. Di sekeliling tugu terdapat kolam yang di tumbuhi lili air dan teratai serta dikelilingi oleh pohon trembesi raksasa yang berusia sangat tua.
Monumen Tugu yang berada di tengah melambangkan pusat untuk kelima penjuru arah, dimana arah yang lebih diutamakan adalah yang menuju Gedung Balaikota. Sedangkan keempat arah lainnya mewakili jalan raya yang berada di luar lingkaran taman ini.
Bentuk monumen Tugu juga memiliki arti tersendiri. Puncaknya berbentuk bambu tajam yang berarti bahwa senjata inilah yang pertama kali digunakan bangsa Indonesia untuk melawan penjajah. Ada juga rantai yang menggambarkan kesatuan rakyat Indonesia yang tidak dapat dipisahkan. Makna lainnya juga terletak pada tangga yang berbentuk 4 dan 5 sudut, bintang yang mempunyai 8 tingkat dan 17 pondasi. Jika digabungkan maka hal ini melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia yaitu 17 Agustus 1945. Sementara itu, bunga teratai berwarna putih dan merah yang berada di kolam sekeliling tugu melambangkan keberanian dan kesucian. Hal ini sesuai dengan warna bendera Indonesia.

Setelah berkeliling taman (cukup 1 putaran saja, takut capek), saya naik angkot berwarna biru bertuliskan AL menuju lokasi Pasar Minggu Pagi.

image

Letaknya tidak terlalu jauh, cukup dengan Rp 3000, anda sudah sampai di ujung jalan dimulainya para pedagang meramaikan suasana Pasar Minggu Pagi – nya Malang.

image

Walaupun baru jam 6.30 WIB, pasar sudah terlihat ramai. Saya pun berjalan santai sambil tengok kanan kiri, siapa tahu ada yang cocok.
Seperti pasar pagi / pasar kaget pada umumnya di Jawa, barang-barang yang dijual pun tidak begitu berbeda. Mulai dari masker 3 dimensi, baju distro, mainan anak-anak, hewan peliharaan, sampai makanan aneka rupa.

image

image

Menyusuri jalan ini, silakan belok kiri ke arah Stadion Gajayana, di mana pasar ini tertata rapi dengan alur perjalanan yang memungkinkan kita melihat semua tenda tanpa takut kesasar.

image

image

Tidak terasa, waktu menunjukkan jam 7.45 WIB. Matahari mulai tinggi, pengunjung semakin ramai, dan cuaca pun mulai panas dan gerah. Saatnya untuk pulang.
Saya kembali lagi ke starting point saya, untuk menyetop angkot AL.
Bayar lagi Rp 3000, sampailah saya kembali ke hotel.

Lumayan juga perjalanan pagi saya ini. Walau cuma 2 jam di pagi hari, karena saya harus bersiap-siap untuk mengikuti tugas kantor, saya merasa puas bisa mencicipi sedikit kehidupan sehari-hari arek-arek Malang.
Tinggal cari Bakso Malang aja nih untuk makan siang nanti šŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s