Stuned Welcoming Session 2014

APA SIH STUNED ITU?

Tanggal 23 Mei 2014 kemarin saya berkesempatan mengikuti StuNed Welcoming Session 2014 di Jakarta.

Hayooo…tahu kepanjangan StuNed ga? Bacanya StuNed biasa aja ya…stu-ned…bukan stun (seperti ala-ala english gitchu).

Ngopi dari web http://www.nesoindonesia.or.id , StuNed (Studeren in Nederland) adalah program beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Belanda kepada para mid-career professional Indonesia sebagai bagian dari bentuk kerjasama bilateral antara pemerintah Belanda dan Indonesia. Beasiswanya terdiri dari master, short course, dan tailor made training.

Ya, ga ada PhD nya…tapi mereka menawarkan bentuk lain yang sangat menarik, yaitu pembiayaan untuk kursus singkat dan pelatihan yang bisa kita buat sendiri.
Nah ini nih yang oke, pas buat saya yang sedang berstatus galau karena belum boleh melanjutkan studi ke S3 (alasannya karena saya baru aja pulang…padahal dah hampir setaon lho saya balik)…tapi nafsu pengen ke luar.
Tambahan lagi, lokus kursus adalah di Belanda…
Yaelah kapan lagi neee, eropa gitu loh…
Setelah southern hemisphere, saya kepengen banget nih jajal the northern.

THE STORY

Jadi sedikit flash back, beranilah saya mengajukan lamaran beasiswa short course StuNed saya untuk ditandatangani eselon II di kantor saya. Untung beliau setuju dan menyupport saya. Lega rasanya.
Lalu pada suatu sore hari, dapatlah saya sebuah email pemberitahuan bahwa saya mendapatkan beasiswa tersebut. Sebuah email singkat tapi sukses bikin hati saya berbunga-bunga sepanjang hari itu, hehehe

Setelah beberapa hari, saya mendapatkan email lagi berupa undangan untuk menghadiri StuNed Welcoming Session. Acaranya sih ga wajib tapi dianjurkan untuk dihadiri. Tentu saja saya pengen banget datang. Menurut pengalaman (cieee…serasa sok tua deh), acara seperti ini pasti akan membawa banyak manfaat, terutama dapet kenalan-kenalan kece (aih aih…yang ngerasa, silakan tersipu-sipu xoxoxo).

HARI H

So…pada hari Jumat tanggal 23 Mei itu, berangkatlah saya dari Semarang naik kereta ke Jakarta (kisahnya bisa dibaca di https://pipietlarasatie.wordpress.com/2014/05/23/naik-kereta-dari-stasiun-tawang-semarang-2/ ). Berangkat jam 3 pagi dari rumah sempat membuat badan saya cepat lelah, tetapi hal itu tertepis dengan ke-excitement-an saya.

Sampai di Gambir, saya langsung cari makan, lalu menuju pool taksi. Perjalanan di saat Jumatan membuat saya mencapai Menara Jamsostek hanya kurang dari setengah jam.
Kantor Neso, tempat tujuan saya, terletak di lantai 20 gedung ini.

Mungkin ada yang bertanya, Neso itu apalagi? Apa kaitannya sama StuNed?
Ok, Neso itu adalah perwakilan resmi untuk semua hal mengenai pendidikan tinggi Belanda, dan bertugas mempromosikan dan menyediakan informasi tentang lebih dari 2,100 program studi internasional yang dilaksanakan dalam bahasa Inggris di negeri Belanda. Nah, selain itu, mereka juga menangani beasiswa StuNed.

Memasuki kantor Neso, nuansa oranye sangat terasa.

image

Setelah lapor dan absen di resepsionis, saya masuk ke ruangan tengah.

image

Eh masih kosong…kayanya saya datang paling awal, hehehe…Baru ada screen dan OHP yang dipersiapkan untuk acara.

Untuk mengisi waktu, saya membaca brosur2 yang tersedia. Lalu ketika ada beberapa awardee yang datang, saya ajak obrol deh (dengan modal SKSD…daripada boring nunggu sendirian). Saya ketemu dengan seorang guru Bahasa Inggris di SMP di kota kelahiran saya. Saya juga berkenalan dengan 2 orang apoteker yang juga kebetulan mendapat short course di universitas yang sama dengan saya, walaupun pada waktu yang berbeda.

Sejam kemudian, acara pun dimulai.

image

Foto di atas adalah saat welcoming remarks dari Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker.

Dilanjut dengan presentasi dari tim scholarship mengenai apa sih StuNed itu dan persiapan apa saja yang harus dilakukan.

 

Acara selesai jam 5 sore berbarengan dengan turunnya hujan.

 

AFTER THE EVENT

Perpaduan jumat sore sepulang jam kantor, menyambut weekend, dan hujan yang turun, sukses memacetkan jalanan.
Dari lantai 20, saya melihat kendaraan yang mengular dan nyaris tidak bergerak.

Alamak, mantaplah ni traffic…sudah mbayangin bakal cape banget karena belum bisa langsung istirahat di tempat saya menginap malam itu. Mana saya sudah bangun dari jam 2 pagi lagi…mata sebetulnya sudah meronta kepengen merem rem.

Tapi ya itu, Tuhan punya rencana.
Setelah ngobrol-ngobrol dan saling bertegur sapa, saya pun pamit pulang. Dengan koper merah setia saya, saya turun ke lantai 1, berharap mendapat taksi.

Pada saat keluar lift, saya sempat mengobrol dengan Bapak Dosen di sebuah universitas di Cirebon, yang juga sedang mengejar cita-cita ingin melanjutkan studi ke S3.

Setelah itu, saya menuju meja resepsionis untuk menukar kartu pengenal saya. Ternyata, menurut resepsionis, taksi bakal susah didapat jam segitu. Saya disuruh menunggu saja di lobi, siapa tahu ada yang lewat.

Jalan ke lobi, saya ketemu cewe manis, seorang dokter yang bekerja di sebuah Kantor Utusan Kepresidenan. Dia sedang bersama seorang cewe cantik yang adalah seorang legal consultant di perusahaan minyak asing. Dengan baiknya, mereka menawarkan untuk bersama-sama sharing taxi dan mengantar saya ke tempat tujuan.
Tuh kan, orang baik itu di mana-mana…hahaha

Sejam nunggu taksi, kok ga lewat-lewat ya…waduh…jadi was was deh kita.
Setelah hujan agak reda, mereka mengajak saya ke tepi jalan untuk menyetop taksi apapun yang kosong. Atau ojek, kalau ada.
Sayangnya, sampai setengah jam lebih, taksi kosong pun tidak didapat…

Akhirnya, si dokter manis punya ide untuk naik Kopaja.
Saya sih ikut aja.

Mendapatkan tempat duduk di Kopaja, sementara klo di Busway harus berdempet-dempetan kaya ikan teri, tidak serta merta menyelesaikan masalah.
Macet yang luar biasa, membuat kita ga nyaman.

Nah kali ini, si cantik si legal consultant punya ide untuk turun dari Kopaja, mencoba mencari taksi kosong. Jika tidak dapat? Ya kembali lagi ke Kopaja yang kami tumpangi. Hahaha…nekad dah…

Finally sodara-sodara, kami pun mendapatkan taksi yang kosong. Langsung deh kita ber-high five. Seru! Riang benar hati kami.

Hari yang panjang tapi sungguh mengesankan…
Sampai ketemu lagi ya, Miss Rotterdam dan Miss Leiden 🙂 siapa tahu kita bisa menjelajah Eropa bareng…
Yukkk mariii

Advertisements

2 responses to “Stuned Welcoming Session 2014

  1. Dear Mb Pipit, saya juga lagi apply short course blm tau apakah akan diterima atau tidak. Tp mohon info biaya apa saja yang ditanggung oleh Nuffic Neso untuk program short course ini.

    Trm ksh – Martha Silalahi

    • Dear Mbak Martha,

      Terimakasih sudah mampir ke blog saya.

      Mengenai beasiswa Stuned, jangan khawatir Mbak, beasiswa ini merupakan full scholarship. Jadi semua akan ditanggung oleh pihak Stuned.

      Semoga aplikasi nya lolos ya…

      Cheers,
      Pipiet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s