Bekerja sambil belajar…Belajar sambil bekerja

Mendapat ilham utk menuliskan pengalaman ini karena ada sebuah komen dari Agung Yansusan, yang menanyakan apakah ada artikel saya mengenai bekerja part time sewaktu belajar di New Zealand dulu. Jadilah saya menulis ini.

Ya…selama 2,5 tahun masa studi saya, saya bekerja part time selama 2 tahun lamanya. Tentu tujuannya untuk mendapatkan uang tambahan, selain yang kita dapatkan dari beasiswa.

Saya tidak asal memutuskan bekerja dan memilih pekerjaan. Saya ingin melihat kemampuan saya dulu, apakah bisa membagi waktu antara belajar dan bekerja.
Oleh karena itu saya menunggu sampai 1 semester dan hasil nilai saya keluar.

Dengan keluarnya nilai saya yang saya rasa memuaskan, barulah saya mulai kasak kusuk mencari pekerjaan.
(Tips untuk mencari pekerjaan akan saya tuliskan di artikel yang lain.)

Belajar sambil bekerja tentulah tidak mudah, banyak hal yang harus anda perhatikan. Berikut adalah beberapa hal yang patut anda pertimbangkan:

1. Faktor lamanya bekerja
Tentu semakin lama anda bekerja, semakin besarlah pundi-pundi uang anda. Tapi perlu diingat, bahwa tujuan anda ke luar negeri saat ini adalah menjadi pelajar, yang berarti tugas utamanya adalah belajar. Jangan sampai waktu anda tersita untuk bekerja.

2. Faktor waktu bekerja
Yang saya maksud di sini adalah pemilihan waktu bekerja. Apakah pagi hari atau siang atau sore atau bahkan malam hari. Kenali waktu produktif anda dan pergunakan sebaik-baiknya.
Juga hari apa saja anda bekerja:apakah weekdays (senin sampai jumat) atau hanya weekend.

3. Faktor tempat kerja
Pilihlah tempat kerja yang ‘ramah’ terhadap pelajar. Yang mengerti situasi kehidupan pelajar, terutama yang berasal dari non english speaking country seperti kita.
Cek track record instansi yang anda lamar. Anda bisa saja terkejut dengan banyaknya info yang bisa anda dapatkan hanya dengan sedikit berusaha meng-googling.

4. Faktor lokasi bekerja
Pilih lokasi yang menguntungkan anda, baik dari segi jarak maupun daerah / suburb nya. Cek dulu dan cari info sebanyak mungkin, contohnya apakah mudah diakses dengan kendaraan umum atau bagaimana dengan tingkat kriminalitasnya.

5. Faktor budaya lingkungan kerja
Ini tak kalah penting. Anda juga harus tahu budaya atau etos kerja di lingkungan tersebut. Apakah santai atau strict, apakah sepi atau full music, apakah boss rules atau tidak…

Dengan penghasilan minimal $ 12 per jam sebelum dipotong pajak, anda bisa lebih leluasa menikmati hidup. Bisa makan di restoran, bisa nonton film di bioskop, bahkan bisa travelling 😀

Tapi ingat keasikan dapat duit bisa saja mempengaruhi kinerja studi anda. So be wise…

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s