Mi instan dan kecap…you are my heroes!

Saya menulis artikel ini sambil makan mi instan rasa soto mi asli Indonesia. Ditambah cabe hijau dan kecap yang juga asli dari Indonesia, membuat saya seakan lupa kalau sedang berada di negeri downunder, ย New Zealand ๐Ÿ™‚

Mi instan dan kecap tersebut adalah barang dagangan yang termasuk paling laris di Church Corner,ย Chinatown nya Christchurch, kota yang saya tinggali. Menurut penjualnya, bahkan para ‘Kiwi’ (sebutan bagi penduduk New Zealand) pun banyak yang beli. Mungkin karena rasa nya yang eksotik, kalik ya? Bahkan salah satu brand terkenal mi instan di Indonesia juga berpromosi melalui iklan di TV nasional NZ ๐Ÿ˜€ Harganya sih tentu saja tidak bisa disamakan dengan yang di Indonesia, sebagai contoh 1 bungkus mi instan sekitar NZD$ 1-1.5 (Rp 7.400-11.100) dan 1 botol kecap besar NZD$ 6.99 (Rp 51.700). Cukup mahal bila dibanding ‘substitusi’ nya (mi instan dengan roti, dan kecap dengan saos).

Saya juga menemui brand-brand mi instan dan kecap buatan Australia dan New Zealand di supermarket-supermarket. Ini kan pasti karena adanya hukum supply dan demand ya…Tetapi tentu saja hipotesis ini juga harus mempertimbangkan pula dengan banyaknya orang Asia di sini dan (mungkin) banyaknya Kiwi yang mempunyai pasangan orang Asia, jadi banyak yang suka Asian food.

Bagi saya pribadi, kehadiran mi instan dan kecap merupakan pelipur lara…obat kangen…terutama kalau sedang homesick, pengen pulang ke tanah air. Walaupun saya datang ke sini ditemani oleh suami saya, tetap saja kadang perasaan homesick itu melanda terutama klo lagi sakit tapi pengen makanan enak ๐Ÿ˜ฆ

Tinggal di New Zealand, membuat anda harus mandiri, apa-apa harus sendiri. Karena di sini biaya labour mahal, jadi jika anda butuh jasa bisa dipastikan anda akan merogoh kocek lumayan dalam. Sebagai contoh, jika anda ingin jajan/makan di luar, paling tidak anda harus mengeluarkan uang NZD$ 12 (atau kurang lebih Rp 88.800) per orang untuk semangkok mi (mi lagi mi lagi… ๐Ÿ˜€ ). Sakit hati kan kalau inget di rumah saya di kota dingin Salatiga, saya bisa makan mi ayam plus pangsit dengan hanya membayar Rp 4.000. Oke, memang biaya hidup di sini tinggi, tapi saya perhatikan banyak Kiwi yang menganggap makan di luar itu adalah suatu privilege, sesuatu yang dilakukan jika dalam keadaan terpaksa harus jajan, dan atau mau merayakan sesuatu, misal birthday dan anniversary.

Balik lagi ke saya, seorang student dengan kemampuan finansial sejauh beasiswa yang so pasti pas-pasan ๐Ÿ˜€ Saya merasa beruntung bisa mendapatkan/membeli mi instan dan kecap di sini. Rasanya mak nyusss (maaf, pinjem slogannya ya Pak Bondan…) Apalagi kalau ditambah cabe hijau yang harganya di sini aujubile karena harus diimport dalam bentuk frozen.

Intinya, saya merasa kehidupan saya dulu semasa menjadi mahasiswa S1 di Bogor dan student S2 di Christchurch, NZ mempunyai benang merah, ya si mi instan dan kecap itu tadi. Yang kurang mungkin ‘gorengan’ dari si abang-abang di tepi jalan Darmaga, kampus saya dulu. Hmmm, jadi pengen makan cilok, hehehe ๐Ÿ˜€ …

Advertisements

9 Comments

  1. hihihihihii… dulu pas aku di Amrik, kalo ketemu Asian store hebohnya udah setengah mati. Senengnya tuh udah kaya masuk di outlet bermerk aja hahahahaha… Tapi emang deh paling seneng makan mie instant kalo lagi kangen Indo, uhhgg… antara makin kangen dan sedikit terobati kangennya campur aduk. Di sini aku belum liat iklan TVnya mie instant Indo (TV udah berjamur karna nggak pernah dinyalain hihihihi…), tapi kayanya kalo di NZ ada biasanya di Aussie juga ada.

    Kalo pingin cilok bikin sendiri aja! ๐Ÿ˜‰ Kapan hari aku juga kangen cilok, eh suamiku mau jadi volunteer, dia bikinin aku cilok hahahahahaha… ๐Ÿ˜€

    1. Hahaha…tu TV beneran berjamur, chit?

      Mengenai cilok…Iya ni, gara-gara aq posting pengen cilok, ada beberapa temanku yg baek hati (dan tidak sombong) yang mau menawarkan mbikin cilok buat aq, hahaha (hepi hepi…)

      1. hahahaha… nggak lah kalo berjamur beneran… ๐Ÿ˜›

        Wah selamat-selamat yah, selamat makan cilok hihihihihi… ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s